(24 maret 2011), menjadi hari pecundang sedunia. Kenapa demikian? Sebab aku lah pecundangnya hari ini. Bermula saat saya seperti biasa datang terlambat ke sekolah, ya memang kebiasaan ku terlambat ini memang sangat tidak baik, namun bagaimana lagi karena aku memang susah untuk mandi cepat, hahaha aneh ya kebiasaan ku itu. Kembali ke hari pecundang sedunia, hari ini aku sudah mulai dibuat bodoh oleh pelajaran ekonomi, bahkan saat temanku bertanya aku hanya melongo dan tak memperhatikan apa yang temanku itu katakan. Berfikir akan sesuatu dibenak ku, yaitu band baru pacarku Derry, dan 1 lagi yang aku pikirkan yaitu apakah dia hari ini akan ke rumahku, lalu terakhir dibenakku adalah sisa uang ku untuk ditabung hari ini. Ya Allah benar-benar pecundang aku hari ini, bahkan teman dibelakang bangku ku selalu saja mengolok saat aku berbicara, apa memang tak punya sopan santun temanku itu? Padahal aku selalu baik padanya bahkan takut ia marah. Yah tapi aku selalu berfikir positif saja untuk berubah menjadi lebih baik untuk teman-teman ku karena aku sangat menyayangi mereka. Uppsss!! Jam 1 saatnya pulang, tapi SMS berbunyi, ternyata SMS itu dari clarissa, dia mengingatkan ku untuk foto booklet paduan suara. Malas pikir ku buat apa? Toh aku hanya akan sendirian disana dan tidak akan ada teman. 2 tahun menjadi keluarga dikelas ku dan mencoba berubah agar mereka mendekati ku tetap saja salah, nasib kataku.
Pulang seperti biasa, makan, dan diam. “Ahhh” kataku malas sekali, merasuk dalam diriku untuk membantu mamah untuk membereskan rumah hari ini. Tubuhku seakan ingin selalu membantu orang tua ku namun, selalu saja setan merasuki. Tapi, kali ini tidak ada setan hinggap diotak ku. Tekad yang selalu kuat membara dalam diriku untuk membantu orang tuaku menjadi spirit untuk ku berusaha dan tidak menyerah. Tak pikir lama langsung ku sapu rumah, pel, cuci piring dan lainnya saat orang tuaku ke pasar. Buatku untuk apa memperlihatkan kita rajin depan orang, buat ku yang penting adalah niat dan menjalaninya dengan baik dan ikhlas. Namun, buat orang tua ku tetap saja salah, nasib lagi kataku.
Akhirnya orang yang aku tunggu-tunggu datang, mamah langsung menyuruhku menghentikan pekerjaanku dan bergegas menyambut lelaki yang sudah aku pacari selama 7 bulan itu. Senang rasanya hatiku saat bertemu dia. Namun, rasa senang itu mengubahku menjadi sosok pecundang saat Derry menceritakan band barunya itu. Yang sangat menyakitkan saat memuji berberapa perempuan yang menjadi personil bandnya. Yang pertama dia memuji drumernya yang dipanggil Bonie, hati ku rasanya panas dan yang lebih panas lagi saat dia memuji sang vokalis Dara. “dia udah sering manggung gitu, suaranya bagus mirip banget sama vokalis DAI (do as infinity)” panaaaasssssssssss sekali telinga ku dengar itu. Derry tidak pernah memuji suaraku seheboh itu. Well, saat aku meminta untuk ikut saat latihan bandnya tetap saja tidak diperbolehkan, alasannya bonceng si itu lah si ini lah. Sudah berubah tapi tetap saja tidak dapat reward dari orang yang aku sayangi, malah cakimaki dan ketidak pekaan yang aku dapat. Sebenarnya aku yang salah terlalu berharap dibalas rasa yang sama atau aku salah terlalu banyak nuntut? Ya ampun desperate banget lah hadapin hidup aku ini yang benar-benar berusaha membanggakan orang yang disayang tapi jadi pecundang dimata mereka. NASIB LAGI kataku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar