Kamis, 01 Juli 2010
Jumat, 07 Mei 2010
KEMARIN, HARI INI, BESOK DAN SETERUSNYA....
Waktu itu tepat 1 minggu yang lalu, sewaktu saya pulang sekolah, saya bersama teman saya Laras pulang dengan menggunakan angkot jurusan ciwastra-ujungberung. Setelah kami naik becak terlebih dahulu, dan kita menyebrang lalu naik angkot itu. Tak saya kira sebelumnya akan 1 angkot dengan 2 sahabat saya yang memusuhi saya dahulu, saya tidak bisa menyebutkan nama mereka karena urusan privasi. Anggap saja yang 1 berinisial MS dan yang 1 DWU, dan saya juga 1 angkot dengan sahabat saya yang 1 lagi namun dia tak membenci saya seperti kedua orang itu ia adalah IU. Saya dan laras akhrinya benar-benar terpaksa harus naik angkot itu.
Saat angkot berangkat hati saya masih tenang karena masih ada laras disamping saya, namun karena rumah laras yang terlalu dekat dengan sekolah kami dan lalu ia turun duluan. Alhasil, saya hanya sendirian dengan berbekal hanya kenal dengan IU saja.
Diangkot saya merasa ingin berbincang dengan mereka berdua, apalagi saya sangat merindukan DWU Karena saat saya dibangku SMA kelas 1 dia adalah teman sebangku saya dan seorang sahabat yang selalu berfoto-foto dengan saya. Kini setelah kejadian itu kami menjadi menjauh dan saya pun tak mau menceritakan lagi tentang dulu.
Tuhan, mungkin kalau saya bisa memutar waktu kembali
Saya ingin mereka kembali
Mungkin ini adalah salah hamba-Mu ini
Karena tak bisa mempertahankan hubungan persahabatan dulu
Jika bisa hamba ingin mengucapkan kata maaf meskipun itu hamba harus teriak
Semoga perenggangan persahabat ini akan cepat selesai
Dan hamba janji hari ini dan seterusnya hamba akan menjaga hati sahabat hamba yang kelak datang
Dan ini menjadi cerminan buat kita semua, kita harus menyayangi sahabat kita apapun yang terjadi. Karena hari kemaren, sekarang dan seterusnya ini akan lebih sempurna jika kita memiliki sahabat sejati.
Saat angkot berangkat hati saya masih tenang karena masih ada laras disamping saya, namun karena rumah laras yang terlalu dekat dengan sekolah kami dan lalu ia turun duluan. Alhasil, saya hanya sendirian dengan berbekal hanya kenal dengan IU saja.
Diangkot saya merasa ingin berbincang dengan mereka berdua, apalagi saya sangat merindukan DWU Karena saat saya dibangku SMA kelas 1 dia adalah teman sebangku saya dan seorang sahabat yang selalu berfoto-foto dengan saya. Kini setelah kejadian itu kami menjadi menjauh dan saya pun tak mau menceritakan lagi tentang dulu.
Tuhan, mungkin kalau saya bisa memutar waktu kembali
Saya ingin mereka kembali
Mungkin ini adalah salah hamba-Mu ini
Karena tak bisa mempertahankan hubungan persahabatan dulu
Jika bisa hamba ingin mengucapkan kata maaf meskipun itu hamba harus teriak
Semoga perenggangan persahabat ini akan cepat selesai
Dan hamba janji hari ini dan seterusnya hamba akan menjaga hati sahabat hamba yang kelak datang
Dan ini menjadi cerminan buat kita semua, kita harus menyayangi sahabat kita apapun yang terjadi. Karena hari kemaren, sekarang dan seterusnya ini akan lebih sempurna jika kita memiliki sahabat sejati.
Kamis, 08 April 2010
CAHAYA YANG DATANG..
Dalam blog ini memang saya membahas mengenai sebuah kisah ditinggalkan dan meninggalkan. Tapi lain kali ini, saya ingin share kepada kalian semua mengenai bagaimana kita tidak ingin ditinggalkan oleh orang yang kita cintai. Mungkin Ibu kita, Ayah kita, atau Saudara dan sahabat kita. Tapi kali ini saya merasakan tidak ingin ditinggalkan oleh laki-laki ini.
27 maret 2010, saat itu saya menunggu sebuah SMS dari seseorang, Gilang. Kala itu saya masihlah kekasihnya. Dengan sabar saya menunggu dia pulang bekerja, usia kami terpaut 2 taun jauhnya. Gilang lebih tua dari saya dan dia sudah bekerja.
JAM 21.30 WIB (masih hening tidak ada suara yang keluar dari HP saya). Dan akhirnya saya punya inisiatif untuk menelefonnya.
“hallo…..”, ucap saya. Tiba-tiba….. terdengar suaranya
“aku masih ditempat kerja” balasnya dengan nada sedikit gusar
Dengan segera HP saya matikan karena saya tak mau mengganggunya.
Keesokan harinya….
Masih sepi dan sendiri menatap HP saya yang kunjung tak berdering. Dibenak saya sudah khawatir Gilang sakit, tapi tak apalah pikir saya Gilang sudah besar dan dia bisa menjaga kondisi tubuhnya. Dan sikap saya hari itu mengalir seperti biasanya diri saya.
2 hari kemudian…..
Emosi saya sudah menggelora didada, karena tak ada 1 pun kabar yang jelas mengenai Gilang. Pikir saya apakah dia tidak punya pulsa ? yah sudah saya inisiatif kembali untuk membelikannya pulsa. Tapi, saya malah dimarahinya. Dia mengSMS saya dan dia berkata dia kecewa kepada saya, what ? apa salah saya ? selama ini saya menunggunya dengan setia saat dia meninggalkan saya selama 2 hari belakangan ini tanpa kabar, tapi kenapa dia malah menyalahkan saya. Tak terima saya pun bertanya kepada Gilang apa salah saya. Dan dia berkata dalam SMS “aku kecewa banget sama kamu, kamu tuh orangnya omdo banget, bilangnya mau ngblokir facebook tapi kenapa masih aktif”…. Aku diam seribu kata, dalam hati aku berkata, apa ??? Cuma itu masalahnya ? FUCK ! ternyata masalah kecil dibesar-besarin, padahal selama ini aku mengkhawatirkan dia. Kami bertengkar diSMS, dia terus saja mencari salah aku selama ini sebagai kekasihnya. Dan saat saya bilang semua salahnya dia malah tak terima dan terus saja menJUGDE saya sebagai tersangka dan dialah sebagai korbannya. Pertengkaran saya hentikan karena kala itu penyakit saya menyerang……
Namun………………..
Dari balik meja belajar saya, saya melihat handphone flexi saya yang tergeletak, dan saya ingat untuk menelefon seorang kawan, Henry.
Kami mengobrol dengan perasaan senang dan tertawa riang. Sejenak perasaan saya berubah nyaman saat dekat dengan Henry. Namun saya tahu bahwa tak mungkin buat saya dan dia menjadi seorang sepasang kekasih, Henry berbeda sekali dengan saya, dia adalah seorang pria yang tampan dan dapat dengan mudahnya mendapatkan wanita yang ia mau kapan saja. Dan sedangkan saya Cuma wanita jelek yang sedang bertengkar dengan kekasihnya. Kala itu saya berfikir ingin terus berbincang dengan Henry, rasanya mendengar suaranya saja saya biisa melupakan masalah penyakit saya dan Gilang….
30 maret 2010, pagi hari sewaktu saya mau berangkat menuju sekolah saya, saya teringat untuk memberitahukan Gilang bahwa saya tak kuat lagi bersamanya, dan ingin bebas dari jeratannya. Melalui media SMS saya mengakhiri hubungan kami. Terlintas dipikiran saya, adalah Henry dan kebebasan. Tak lama setelah memproklamirkan kandasnya hubungan saya dan Gilang, banyak pria berlomba merebut hati saya. Dalam pikiran saya, aneh ? kenapa ada pria yang masih mau kepada saya, sedangkan saya tidak cantik dan tidak menarik. Menurut para pria itu sifat sayalah yang menarik hati mereka, yah Karena saya seorang yang care kepada siapa saja, Henry pun pernah berkata begitu kepada saya. Sejenak yang saya pedulikan hanyalah kesehatan saya semata.
31 maret 2010, aku dan Henry semakin dekat. Sesekali Henry pernah menyatakan perasaannya bahwa ia mencintai saya. Dengan nada malu saya hanya bisa berkata bahwa saya jelek dan tak punya apa-apa, namun Henry selalu bilang bahwa saya adalah wanita istimewa
Sya, Henry pengen banget ketemu kamu..
buat mastiin perasaan Henry ke kamu
tapi jujur…
sekarang Henry kangen banget sama kamu..
Kata-kata itu sejenak membuatku bisa tersenyum, yaah saya juga kangen sama kamu Henry… tapi saya masih sangat trauma atas kegagalan saya bersama Gilang. Henry saat itu selalu mengucapkan cinta kepada saya. Saya mengharapkan itu benar yang dia rasakan, namun rasanya tak akan mungkin dia memilih saya, karena ada 2 wanita yang lebih cantik sedang mendekati Henry. Minder dan malu, itu mungkin yang saya rasakan saat itu….
1 april 2010, hari ini adalah april moop dan saya tidak masuk sekolah karena sakit. Hari itu saya membuka akun twiiter saya untuk mengucapkan happy april fools kepada para tweets (panggilan untuk para pengguna twitter) hari itu juga saya membuka akun facebook saya. Setelah berasik-asik ria menggunakan internet saya membaringkan tubuh saya dikamar. Sewaktu saya melihat HP saya, ada 11 SMS yang masuk 3 dari SMS itu bukan nomor yang saya kenal. 3 nomor asing itu adalah mantan saya Sena, teman sahabat saya Aldi, dan seseorang yang mengaku bernama Ikbal. Saat saya meladeni mereka semua dan membalas SMS mereka, saya teringat untuk menelefon Henry, kami pun mengbrol sama dengan canda gurau dan tertawa, ada Krysna sahabatku kala itu bersama Henry. Krysna berkata pada saya bahwa Henry benar-benar menyukai saya dan sayang kepada saya. Jawaban saya adalah sama “enggak mungkinlah” kata-kata itu selalu keluar dari mulut saya karena saya takut itu salah dan itu hanya hayalan saya semata. Memang saya akui, selama saya dan Henry dekat, saya merasa suka dan sayang. Saya merasa Henry adalah cahaya yang telah datang kedalam hati saya yang kemarin gelap. Dan rasanya hati saya ingin memiliki cahaya itu sepenuhnya. Hatiku berkata, apa ini cinta?? Kenapa rasanya aneh?? Kenapa saya tidak merasa begini saat dulu bersama Gilang ?? hanya itu pertanyaan yang terus muncul.
Saat itu telefon mati, karena pulsa saya habis. Kini berganti Henry lah yang menelefon saya.
JAM 10 MALAM…. Saat itu masih berbincang dengan Henry, saat itu juga jutaan SMS berhamburan dihandphone saya. Waktu itu dengan spontan saya berkata “yaah siapa cepat dia dapat saya laah”… dengan terburu-buru henry berkata seakan tak mau saya diambil pria lain. Dia langsung menyatakan perasaannya meskipun ditelepon, ia tak peduli bakal tidak dianggap “Gentle” yang penting dalam pikirannya ia tak mau saya diambil orang. Dia berkata padaku apa jawaban dariku. Lalu saya jawab dengan nada serius… “aku enggak bisa hen..” jawab saya. “ohh yah udah..” jawab Henry dengan nada sedih. Lalu saya langsung memotong “yaah aku enggak bias hen… enggak bias nolak kamu” lalu saya tertawa puas karena sudah mengerjainya. Dalam hati saya senang karena saya sekarang sepenuhnya milik henry dan Henry sepenuhnya milik saya.
1 april 2010 at 22.00 pm
Ya Allah.. aku mencintai lelaki ini
Dia sudah mencuri hati ku yang sudah tersakiti ini
Dia cahaya yang datang dalam hati ku yang dulu gelap
Kini aku sudah menjadi kekasihnya
Dalam doaku ini,
Berikanlah aku kesehatan
Berikanlah aku hidup
Aku takkan sakiti Henry
Aku sudah terlanjur mencintai Henry
Selamanya aku cinta Henry
Dia adalah cahaya untuk ku
Jangan pernah padamkan itu
Don’t Leave Me My Prince Please Stand by Me Always in My Heart
27 maret 2010, saat itu saya menunggu sebuah SMS dari seseorang, Gilang. Kala itu saya masihlah kekasihnya. Dengan sabar saya menunggu dia pulang bekerja, usia kami terpaut 2 taun jauhnya. Gilang lebih tua dari saya dan dia sudah bekerja.
JAM 21.30 WIB (masih hening tidak ada suara yang keluar dari HP saya). Dan akhirnya saya punya inisiatif untuk menelefonnya.
“hallo…..”, ucap saya. Tiba-tiba….. terdengar suaranya
“aku masih ditempat kerja” balasnya dengan nada sedikit gusar
Dengan segera HP saya matikan karena saya tak mau mengganggunya.
Keesokan harinya….
Masih sepi dan sendiri menatap HP saya yang kunjung tak berdering. Dibenak saya sudah khawatir Gilang sakit, tapi tak apalah pikir saya Gilang sudah besar dan dia bisa menjaga kondisi tubuhnya. Dan sikap saya hari itu mengalir seperti biasanya diri saya.
2 hari kemudian…..
Emosi saya sudah menggelora didada, karena tak ada 1 pun kabar yang jelas mengenai Gilang. Pikir saya apakah dia tidak punya pulsa ? yah sudah saya inisiatif kembali untuk membelikannya pulsa. Tapi, saya malah dimarahinya. Dia mengSMS saya dan dia berkata dia kecewa kepada saya, what ? apa salah saya ? selama ini saya menunggunya dengan setia saat dia meninggalkan saya selama 2 hari belakangan ini tanpa kabar, tapi kenapa dia malah menyalahkan saya. Tak terima saya pun bertanya kepada Gilang apa salah saya. Dan dia berkata dalam SMS “aku kecewa banget sama kamu, kamu tuh orangnya omdo banget, bilangnya mau ngblokir facebook tapi kenapa masih aktif”…. Aku diam seribu kata, dalam hati aku berkata, apa ??? Cuma itu masalahnya ? FUCK ! ternyata masalah kecil dibesar-besarin, padahal selama ini aku mengkhawatirkan dia. Kami bertengkar diSMS, dia terus saja mencari salah aku selama ini sebagai kekasihnya. Dan saat saya bilang semua salahnya dia malah tak terima dan terus saja menJUGDE saya sebagai tersangka dan dialah sebagai korbannya. Pertengkaran saya hentikan karena kala itu penyakit saya menyerang……
Namun………………..
Dari balik meja belajar saya, saya melihat handphone flexi saya yang tergeletak, dan saya ingat untuk menelefon seorang kawan, Henry.
Kami mengobrol dengan perasaan senang dan tertawa riang. Sejenak perasaan saya berubah nyaman saat dekat dengan Henry. Namun saya tahu bahwa tak mungkin buat saya dan dia menjadi seorang sepasang kekasih, Henry berbeda sekali dengan saya, dia adalah seorang pria yang tampan dan dapat dengan mudahnya mendapatkan wanita yang ia mau kapan saja. Dan sedangkan saya Cuma wanita jelek yang sedang bertengkar dengan kekasihnya. Kala itu saya berfikir ingin terus berbincang dengan Henry, rasanya mendengar suaranya saja saya biisa melupakan masalah penyakit saya dan Gilang….
30 maret 2010, pagi hari sewaktu saya mau berangkat menuju sekolah saya, saya teringat untuk memberitahukan Gilang bahwa saya tak kuat lagi bersamanya, dan ingin bebas dari jeratannya. Melalui media SMS saya mengakhiri hubungan kami. Terlintas dipikiran saya, adalah Henry dan kebebasan. Tak lama setelah memproklamirkan kandasnya hubungan saya dan Gilang, banyak pria berlomba merebut hati saya. Dalam pikiran saya, aneh ? kenapa ada pria yang masih mau kepada saya, sedangkan saya tidak cantik dan tidak menarik. Menurut para pria itu sifat sayalah yang menarik hati mereka, yah Karena saya seorang yang care kepada siapa saja, Henry pun pernah berkata begitu kepada saya. Sejenak yang saya pedulikan hanyalah kesehatan saya semata.
31 maret 2010, aku dan Henry semakin dekat. Sesekali Henry pernah menyatakan perasaannya bahwa ia mencintai saya. Dengan nada malu saya hanya bisa berkata bahwa saya jelek dan tak punya apa-apa, namun Henry selalu bilang bahwa saya adalah wanita istimewa
Sya, Henry pengen banget ketemu kamu..
buat mastiin perasaan Henry ke kamu
tapi jujur…
sekarang Henry kangen banget sama kamu..
Kata-kata itu sejenak membuatku bisa tersenyum, yaah saya juga kangen sama kamu Henry… tapi saya masih sangat trauma atas kegagalan saya bersama Gilang. Henry saat itu selalu mengucapkan cinta kepada saya. Saya mengharapkan itu benar yang dia rasakan, namun rasanya tak akan mungkin dia memilih saya, karena ada 2 wanita yang lebih cantik sedang mendekati Henry. Minder dan malu, itu mungkin yang saya rasakan saat itu….
1 april 2010, hari ini adalah april moop dan saya tidak masuk sekolah karena sakit. Hari itu saya membuka akun twiiter saya untuk mengucapkan happy april fools kepada para tweets (panggilan untuk para pengguna twitter) hari itu juga saya membuka akun facebook saya. Setelah berasik-asik ria menggunakan internet saya membaringkan tubuh saya dikamar. Sewaktu saya melihat HP saya, ada 11 SMS yang masuk 3 dari SMS itu bukan nomor yang saya kenal. 3 nomor asing itu adalah mantan saya Sena, teman sahabat saya Aldi, dan seseorang yang mengaku bernama Ikbal. Saat saya meladeni mereka semua dan membalas SMS mereka, saya teringat untuk menelefon Henry, kami pun mengbrol sama dengan canda gurau dan tertawa, ada Krysna sahabatku kala itu bersama Henry. Krysna berkata pada saya bahwa Henry benar-benar menyukai saya dan sayang kepada saya. Jawaban saya adalah sama “enggak mungkinlah” kata-kata itu selalu keluar dari mulut saya karena saya takut itu salah dan itu hanya hayalan saya semata. Memang saya akui, selama saya dan Henry dekat, saya merasa suka dan sayang. Saya merasa Henry adalah cahaya yang telah datang kedalam hati saya yang kemarin gelap. Dan rasanya hati saya ingin memiliki cahaya itu sepenuhnya. Hatiku berkata, apa ini cinta?? Kenapa rasanya aneh?? Kenapa saya tidak merasa begini saat dulu bersama Gilang ?? hanya itu pertanyaan yang terus muncul.
Saat itu telefon mati, karena pulsa saya habis. Kini berganti Henry lah yang menelefon saya.
JAM 10 MALAM…. Saat itu masih berbincang dengan Henry, saat itu juga jutaan SMS berhamburan dihandphone saya. Waktu itu dengan spontan saya berkata “yaah siapa cepat dia dapat saya laah”… dengan terburu-buru henry berkata seakan tak mau saya diambil pria lain. Dia langsung menyatakan perasaannya meskipun ditelepon, ia tak peduli bakal tidak dianggap “Gentle” yang penting dalam pikirannya ia tak mau saya diambil orang. Dia berkata padaku apa jawaban dariku. Lalu saya jawab dengan nada serius… “aku enggak bisa hen..” jawab saya. “ohh yah udah..” jawab Henry dengan nada sedih. Lalu saya langsung memotong “yaah aku enggak bias hen… enggak bias nolak kamu” lalu saya tertawa puas karena sudah mengerjainya. Dalam hati saya senang karena saya sekarang sepenuhnya milik henry dan Henry sepenuhnya milik saya.
1 april 2010 at 22.00 pm
Ya Allah.. aku mencintai lelaki ini
Dia sudah mencuri hati ku yang sudah tersakiti ini
Dia cahaya yang datang dalam hati ku yang dulu gelap
Kini aku sudah menjadi kekasihnya
Dalam doaku ini,
Berikanlah aku kesehatan
Berikanlah aku hidup
Aku takkan sakiti Henry
Aku sudah terlanjur mencintai Henry
Selamanya aku cinta Henry
Dia adalah cahaya untuk ku
Jangan pernah padamkan itu
Don’t Leave Me My Prince Please Stand by Me Always in My Heart
Kamis, 25 Maret 2010
MENINGGALKAN MASA LALU SEKOLAH DASAR
Saat duduk dibangku sekolah dasar banyak hal yang saya lalui, terlebih lagi karena teman-teman saya belum bisa menerima keadaan saya yang seorang kidal karena kecelakaan pada tangan kanan saya yang membuat tangan kanan saya harus cacat. Awalnya, ketika saya masih umur 4 tahun saya sudah ada gairah yang besar untuk bersekolah, bahkan saya sering kabur dari rumah untuk sedikit berjalan kesebuah TK (taman kanak-kanak) bekas kakak saya bersekolah dulu. Namun tepat saat waktunya saya masuk TK papah saya keluar dari pekerjaannya, karena dulu sedang ada krisis moneter. Dan orang tua saya tidak mempunyai uang yang cukup untuk memasukkan saya ke TK.
Setelah kakek saya meninggal, lalu sudah banyak om dan tante saya yang sudah menikah nenek saya menjual rumah yang selama ini kami tempati. Namun diantara saudara-saudara saya. Keluarga saya dan tante saya yang ikut nenek saya ke perumahan panyileukan.
Lalu saya pun bersekolah ditempat yang sama yaitu panyileukan.
Dulu saat bersekolah banyak teman-teman yang mau berteman dengan saya, mereka menerima apa adanya kekurangan saya, walaupun ada saja anak laki-laki yang mengejek saya dengan sebutan “spiderman” karena tangan kanan saya mirip dengan spiderman ketika spiderman mengeluarkan jaringnya.
Kelas 6 SD merupakan saat paling indah, Vera, Nurul, Angitia, dan Galuh adalah teman terdekat saya pada waktu itu. Yang terlihat lebih tomboy mungkin saya dengan angitia Karena kami sering sekali memainkan permainan anak laki-laki seperti bola, memanjat pagar sekolah, bermain sepeda dan lain-lain. Bahkan dulu saya ditunjuk menjadi manager sepakbola kelas kami. Nurul orangnya lebih cuek, dan Vera dia soulmet saya, vera merupakan cewe tereksis diSD saya. Banyak laki-laki yang suka sama dia mungkin karena dia cantik dan modis, hahaha jauh sekali dengan saya sahabatnya :D.
suatu hari saat kami sudah selesai latihan menari, tiba-tiba salah satu teman saya sundari meminta kami semua untuk satu renungan.
“eh, sebelum hari H perpisahan besok kita renungan dulu yuk sekali” bisik sundari.
Kami pun sejutu dengan permintaan sundari. Saya dengan segera menyalakan tape dan memutar lagu dari Tia AFI yang berjudul “adilkah ini”. Sesaat saya merenungkan bagaimana saya bisa membayangkan meninggalkan teman-teman saya yang saya sayangi merekalah yang menerima saya apa adanya dengan segala kekurangan saya, bermain tertawa dan menangis juga. Sesekali air mata saya jatuh dan saya pun menangis. Kami semua menangis dan kami saling berpelukan satu sama lain untuk meminta maaf.
Hari perpisahan sekolah pun datang, pagi itu didepan rumah saya menunggu seseorang, saya menunggu hendri. Dia adalah seseorang yang saya suka sewaktu SD. saya menunggunya didepan rumah saya karena saya ingin melihat wajahnya 1 kali saja dan berharap bisa berbicara dengannya. Jam tangan sudah menunjukan angka jam 8. saya sudah terlambat karena saya harus menari saat perpisahan. Namun memang sialnya saya. Tiba-tiba saat berjalan saya keseleo dan mata kaki saya menimpa batu tajam dan saya pun terjatuh. Tanpa peduli dengan semua itu saya berjalan dengan pincang, demi teman-teman saya yang sama akan menari juga.
Saat sampai sekolah, tak sadar kaki saya sudah membengkak dan rasanya tidak dapat berjalan. Salah satu guru saya pak Yana mencoba memijit kaki saya. Walaupun tidak dapat secara langsung mengobati saya.
Waktunya tampil….
Namun kaki saya masih sakit, guru wali kelas saya berkata “enggak apa-apa kok tasya.. jangan dipaksakan nanti malah tambah sakit kakinya, pulang aja udah itu diobatin”. Teman-teman pun memberi support kepada saya. Dalam keadaan mata bengkak karena menangis mereka ingin berfoto bersama saya. Terharu dan senang itu yang saya rasa, saya jadi mengingat video klip naruto ending one yaitu lagu akeboshi yang berjudul “wind”,
Cultivate your hunger, before you idealize
Motivate your Anger, to make them all realize
Climbing the mountain, never coming down
Break into the contents, never falling down
My knee is still shaking like I was twelve
Sneakin' out the classroom, by the back door
A moral led me twice home
But I didn't care
Waiting is wasting, for people like me
Don't try to live so wise,
Don't cry 'cos your so right
Don't dry with fakes or fears
'Cos you will hate yourself in the end
Don't try to live so wise,
Don't cry 'cos your so right
Don't try with fakes or fears,
'Cos you will hate yourself in the end
You say dreams, sir, dream
I am not played the fool anymore
You say, 'cos I still got my soul
Take your time baby
Your blood needs slowin' down
Breach your soul to reach yourself before you gloom
Reflection of fear make shadows of nothing
Shadows of nothing
You still are blind if you see winding road
'Cos there's always a straight way to the point you see
Don't try to live so wise
Don't cry, 'cos your so right
Don't try with fakes or fears
'Cos you will hate yourself in the end
Don't try to live so wise
Don't cry 'cos your so right
Don't try with fakes or fears
'Cos you will hate yourself in the end
Don't try to live so wise
Don't cry 'cos your so right
Don't try with fakes or fears
'Cos you will hate yourself in the end
'Cos you will hate yourself in the end
'Cos you will hate yourself in the end
'Cos you will hate yourself in the end
saya dulu memang kesepian karena saya memiliki kekurangan. Namun sekarang saya memiliki teman-teman SD saya yang sayang pada saya dan saya pun sayang sama mereka. Thank’s for all my best friend in my life, that’s you guys…. Pasti kita bisa kaya dulu lagi sama waktu kita SD dulu.
Sahabat sekolah dasar <3
Setelah kakek saya meninggal, lalu sudah banyak om dan tante saya yang sudah menikah nenek saya menjual rumah yang selama ini kami tempati. Namun diantara saudara-saudara saya. Keluarga saya dan tante saya yang ikut nenek saya ke perumahan panyileukan.
Lalu saya pun bersekolah ditempat yang sama yaitu panyileukan.
Dulu saat bersekolah banyak teman-teman yang mau berteman dengan saya, mereka menerima apa adanya kekurangan saya, walaupun ada saja anak laki-laki yang mengejek saya dengan sebutan “spiderman” karena tangan kanan saya mirip dengan spiderman ketika spiderman mengeluarkan jaringnya.
Kelas 6 SD merupakan saat paling indah, Vera, Nurul, Angitia, dan Galuh adalah teman terdekat saya pada waktu itu. Yang terlihat lebih tomboy mungkin saya dengan angitia Karena kami sering sekali memainkan permainan anak laki-laki seperti bola, memanjat pagar sekolah, bermain sepeda dan lain-lain. Bahkan dulu saya ditunjuk menjadi manager sepakbola kelas kami. Nurul orangnya lebih cuek, dan Vera dia soulmet saya, vera merupakan cewe tereksis diSD saya. Banyak laki-laki yang suka sama dia mungkin karena dia cantik dan modis, hahaha jauh sekali dengan saya sahabatnya :D.
suatu hari saat kami sudah selesai latihan menari, tiba-tiba salah satu teman saya sundari meminta kami semua untuk satu renungan.
“eh, sebelum hari H perpisahan besok kita renungan dulu yuk sekali” bisik sundari.
Kami pun sejutu dengan permintaan sundari. Saya dengan segera menyalakan tape dan memutar lagu dari Tia AFI yang berjudul “adilkah ini”. Sesaat saya merenungkan bagaimana saya bisa membayangkan meninggalkan teman-teman saya yang saya sayangi merekalah yang menerima saya apa adanya dengan segala kekurangan saya, bermain tertawa dan menangis juga. Sesekali air mata saya jatuh dan saya pun menangis. Kami semua menangis dan kami saling berpelukan satu sama lain untuk meminta maaf.
Hari perpisahan sekolah pun datang, pagi itu didepan rumah saya menunggu seseorang, saya menunggu hendri. Dia adalah seseorang yang saya suka sewaktu SD. saya menunggunya didepan rumah saya karena saya ingin melihat wajahnya 1 kali saja dan berharap bisa berbicara dengannya. Jam tangan sudah menunjukan angka jam 8. saya sudah terlambat karena saya harus menari saat perpisahan. Namun memang sialnya saya. Tiba-tiba saat berjalan saya keseleo dan mata kaki saya menimpa batu tajam dan saya pun terjatuh. Tanpa peduli dengan semua itu saya berjalan dengan pincang, demi teman-teman saya yang sama akan menari juga.
Saat sampai sekolah, tak sadar kaki saya sudah membengkak dan rasanya tidak dapat berjalan. Salah satu guru saya pak Yana mencoba memijit kaki saya. Walaupun tidak dapat secara langsung mengobati saya.
Waktunya tampil….
Namun kaki saya masih sakit, guru wali kelas saya berkata “enggak apa-apa kok tasya.. jangan dipaksakan nanti malah tambah sakit kakinya, pulang aja udah itu diobatin”. Teman-teman pun memberi support kepada saya. Dalam keadaan mata bengkak karena menangis mereka ingin berfoto bersama saya. Terharu dan senang itu yang saya rasa, saya jadi mengingat video klip naruto ending one yaitu lagu akeboshi yang berjudul “wind”,
Cultivate your hunger, before you idealize
Motivate your Anger, to make them all realize
Climbing the mountain, never coming down
Break into the contents, never falling down
My knee is still shaking like I was twelve
Sneakin' out the classroom, by the back door
A moral led me twice home
But I didn't care
Waiting is wasting, for people like me
Don't try to live so wise,
Don't cry 'cos your so right
Don't dry with fakes or fears
'Cos you will hate yourself in the end
Don't try to live so wise,
Don't cry 'cos your so right
Don't try with fakes or fears,
'Cos you will hate yourself in the end
You say dreams, sir, dream
I am not played the fool anymore
You say, 'cos I still got my soul
Take your time baby
Your blood needs slowin' down
Breach your soul to reach yourself before you gloom
Reflection of fear make shadows of nothing
Shadows of nothing
You still are blind if you see winding road
'Cos there's always a straight way to the point you see
Don't try to live so wise
Don't cry, 'cos your so right
Don't try with fakes or fears
'Cos you will hate yourself in the end
Don't try to live so wise
Don't cry 'cos your so right
Don't try with fakes or fears
'Cos you will hate yourself in the end
Don't try to live so wise
Don't cry 'cos your so right
Don't try with fakes or fears
'Cos you will hate yourself in the end
'Cos you will hate yourself in the end
'Cos you will hate yourself in the end
'Cos you will hate yourself in the end
saya dulu memang kesepian karena saya memiliki kekurangan. Namun sekarang saya memiliki teman-teman SD saya yang sayang pada saya dan saya pun sayang sama mereka. Thank’s for all my best friend in my life, that’s you guys…. Pasti kita bisa kaya dulu lagi sama waktu kita SD dulu.
Sahabat sekolah dasar <3
PRAKATA …
Dalam blog they leave me ini banyak berbagai cerita mengenai saat paling sulit dalam hidup saya, yaitu ditinggalkan dan meninggalkan. Memang tidak hanya saya saja didunia ini yang merasa seperti ini, kesepian dan kesendirian, tentupun kamu dan mereka pun merasakan hal seperti itu. Bagi yang memfollow blog saya, terima kasih dan jangan lupa komentarnya. Teman-teman pun bisa share kepada saya pengalaman ditinggalkan atau meninggalkan agar dapat saya tampilkan diblog saya. Update my story in everyday guys…. Arigatou gozaimasu
Langganan:
Komentar (Atom)