Dalam blog ini memang saya membahas mengenai sebuah kisah ditinggalkan dan meninggalkan. Tapi lain kali ini, saya ingin share kepada kalian semua mengenai bagaimana kita tidak ingin ditinggalkan oleh orang yang kita cintai. Mungkin Ibu kita, Ayah kita, atau Saudara dan sahabat kita. Tapi kali ini saya merasakan tidak ingin ditinggalkan oleh laki-laki ini.
27 maret 2010, saat itu saya menunggu sebuah SMS dari seseorang, Gilang. Kala itu saya masihlah kekasihnya. Dengan sabar saya menunggu dia pulang bekerja, usia kami terpaut 2 taun jauhnya. Gilang lebih tua dari saya dan dia sudah bekerja.
JAM 21.30 WIB (masih hening tidak ada suara yang keluar dari HP saya). Dan akhirnya saya punya inisiatif untuk menelefonnya.
“hallo…..”, ucap saya. Tiba-tiba….. terdengar suaranya
“aku masih ditempat kerja” balasnya dengan nada sedikit gusar
Dengan segera HP saya matikan karena saya tak mau mengganggunya.
Keesokan harinya….
Masih sepi dan sendiri menatap HP saya yang kunjung tak berdering. Dibenak saya sudah khawatir Gilang sakit, tapi tak apalah pikir saya Gilang sudah besar dan dia bisa menjaga kondisi tubuhnya. Dan sikap saya hari itu mengalir seperti biasanya diri saya.
2 hari kemudian…..
Emosi saya sudah menggelora didada, karena tak ada 1 pun kabar yang jelas mengenai Gilang. Pikir saya apakah dia tidak punya pulsa ? yah sudah saya inisiatif kembali untuk membelikannya pulsa. Tapi, saya malah dimarahinya. Dia mengSMS saya dan dia berkata dia kecewa kepada saya, what ? apa salah saya ? selama ini saya menunggunya dengan setia saat dia meninggalkan saya selama 2 hari belakangan ini tanpa kabar, tapi kenapa dia malah menyalahkan saya. Tak terima saya pun bertanya kepada Gilang apa salah saya. Dan dia berkata dalam SMS “aku kecewa banget sama kamu, kamu tuh orangnya omdo banget, bilangnya mau ngblokir facebook tapi kenapa masih aktif”…. Aku diam seribu kata, dalam hati aku berkata, apa ??? Cuma itu masalahnya ? FUCK ! ternyata masalah kecil dibesar-besarin, padahal selama ini aku mengkhawatirkan dia. Kami bertengkar diSMS, dia terus saja mencari salah aku selama ini sebagai kekasihnya. Dan saat saya bilang semua salahnya dia malah tak terima dan terus saja menJUGDE saya sebagai tersangka dan dialah sebagai korbannya. Pertengkaran saya hentikan karena kala itu penyakit saya menyerang……
Namun………………..
Dari balik meja belajar saya, saya melihat handphone flexi saya yang tergeletak, dan saya ingat untuk menelefon seorang kawan, Henry.
Kami mengobrol dengan perasaan senang dan tertawa riang. Sejenak perasaan saya berubah nyaman saat dekat dengan Henry. Namun saya tahu bahwa tak mungkin buat saya dan dia menjadi seorang sepasang kekasih, Henry berbeda sekali dengan saya, dia adalah seorang pria yang tampan dan dapat dengan mudahnya mendapatkan wanita yang ia mau kapan saja. Dan sedangkan saya Cuma wanita jelek yang sedang bertengkar dengan kekasihnya. Kala itu saya berfikir ingin terus berbincang dengan Henry, rasanya mendengar suaranya saja saya biisa melupakan masalah penyakit saya dan Gilang….
30 maret 2010, pagi hari sewaktu saya mau berangkat menuju sekolah saya, saya teringat untuk memberitahukan Gilang bahwa saya tak kuat lagi bersamanya, dan ingin bebas dari jeratannya. Melalui media SMS saya mengakhiri hubungan kami. Terlintas dipikiran saya, adalah Henry dan kebebasan. Tak lama setelah memproklamirkan kandasnya hubungan saya dan Gilang, banyak pria berlomba merebut hati saya. Dalam pikiran saya, aneh ? kenapa ada pria yang masih mau kepada saya, sedangkan saya tidak cantik dan tidak menarik. Menurut para pria itu sifat sayalah yang menarik hati mereka, yah Karena saya seorang yang care kepada siapa saja, Henry pun pernah berkata begitu kepada saya. Sejenak yang saya pedulikan hanyalah kesehatan saya semata.
31 maret 2010, aku dan Henry semakin dekat. Sesekali Henry pernah menyatakan perasaannya bahwa ia mencintai saya. Dengan nada malu saya hanya bisa berkata bahwa saya jelek dan tak punya apa-apa, namun Henry selalu bilang bahwa saya adalah wanita istimewa
Sya, Henry pengen banget ketemu kamu..
buat mastiin perasaan Henry ke kamu
tapi jujur…
sekarang Henry kangen banget sama kamu..
Kata-kata itu sejenak membuatku bisa tersenyum, yaah saya juga kangen sama kamu Henry… tapi saya masih sangat trauma atas kegagalan saya bersama Gilang. Henry saat itu selalu mengucapkan cinta kepada saya. Saya mengharapkan itu benar yang dia rasakan, namun rasanya tak akan mungkin dia memilih saya, karena ada 2 wanita yang lebih cantik sedang mendekati Henry. Minder dan malu, itu mungkin yang saya rasakan saat itu….
1 april 2010, hari ini adalah april moop dan saya tidak masuk sekolah karena sakit. Hari itu saya membuka akun twiiter saya untuk mengucapkan happy april fools kepada para tweets (panggilan untuk para pengguna twitter) hari itu juga saya membuka akun facebook saya. Setelah berasik-asik ria menggunakan internet saya membaringkan tubuh saya dikamar. Sewaktu saya melihat HP saya, ada 11 SMS yang masuk 3 dari SMS itu bukan nomor yang saya kenal. 3 nomor asing itu adalah mantan saya Sena, teman sahabat saya Aldi, dan seseorang yang mengaku bernama Ikbal. Saat saya meladeni mereka semua dan membalas SMS mereka, saya teringat untuk menelefon Henry, kami pun mengbrol sama dengan canda gurau dan tertawa, ada Krysna sahabatku kala itu bersama Henry. Krysna berkata pada saya bahwa Henry benar-benar menyukai saya dan sayang kepada saya. Jawaban saya adalah sama “enggak mungkinlah” kata-kata itu selalu keluar dari mulut saya karena saya takut itu salah dan itu hanya hayalan saya semata. Memang saya akui, selama saya dan Henry dekat, saya merasa suka dan sayang. Saya merasa Henry adalah cahaya yang telah datang kedalam hati saya yang kemarin gelap. Dan rasanya hati saya ingin memiliki cahaya itu sepenuhnya. Hatiku berkata, apa ini cinta?? Kenapa rasanya aneh?? Kenapa saya tidak merasa begini saat dulu bersama Gilang ?? hanya itu pertanyaan yang terus muncul.
Saat itu telefon mati, karena pulsa saya habis. Kini berganti Henry lah yang menelefon saya.
JAM 10 MALAM…. Saat itu masih berbincang dengan Henry, saat itu juga jutaan SMS berhamburan dihandphone saya. Waktu itu dengan spontan saya berkata “yaah siapa cepat dia dapat saya laah”… dengan terburu-buru henry berkata seakan tak mau saya diambil pria lain. Dia langsung menyatakan perasaannya meskipun ditelepon, ia tak peduli bakal tidak dianggap “Gentle” yang penting dalam pikirannya ia tak mau saya diambil orang. Dia berkata padaku apa jawaban dariku. Lalu saya jawab dengan nada serius… “aku enggak bisa hen..” jawab saya. “ohh yah udah..” jawab Henry dengan nada sedih. Lalu saya langsung memotong “yaah aku enggak bias hen… enggak bias nolak kamu” lalu saya tertawa puas karena sudah mengerjainya. Dalam hati saya senang karena saya sekarang sepenuhnya milik henry dan Henry sepenuhnya milik saya.
1 april 2010 at 22.00 pm
Ya Allah.. aku mencintai lelaki ini
Dia sudah mencuri hati ku yang sudah tersakiti ini
Dia cahaya yang datang dalam hati ku yang dulu gelap
Kini aku sudah menjadi kekasihnya
Dalam doaku ini,
Berikanlah aku kesehatan
Berikanlah aku hidup
Aku takkan sakiti Henry
Aku sudah terlanjur mencintai Henry
Selamanya aku cinta Henry
Dia adalah cahaya untuk ku
Jangan pernah padamkan itu
Don’t Leave Me My Prince Please Stand by Me Always in My Heart
Tidak ada komentar:
Posting Komentar