Saat duduk dibangku sekolah dasar banyak hal yang saya lalui, terlebih lagi karena teman-teman saya belum bisa menerima keadaan saya yang seorang kidal karena kecelakaan pada tangan kanan saya yang membuat tangan kanan saya harus cacat. Awalnya, ketika saya masih umur 4 tahun saya sudah ada gairah yang besar untuk bersekolah, bahkan saya sering kabur dari rumah untuk sedikit berjalan kesebuah TK (taman kanak-kanak) bekas kakak saya bersekolah dulu. Namun tepat saat waktunya saya masuk TK papah saya keluar dari pekerjaannya, karena dulu sedang ada krisis moneter. Dan orang tua saya tidak mempunyai uang yang cukup untuk memasukkan saya ke TK.
Setelah kakek saya meninggal, lalu sudah banyak om dan tante saya yang sudah menikah nenek saya menjual rumah yang selama ini kami tempati. Namun diantara saudara-saudara saya. Keluarga saya dan tante saya yang ikut nenek saya ke perumahan panyileukan.
Lalu saya pun bersekolah ditempat yang sama yaitu panyileukan.
Dulu saat bersekolah banyak teman-teman yang mau berteman dengan saya, mereka menerima apa adanya kekurangan saya, walaupun ada saja anak laki-laki yang mengejek saya dengan sebutan “spiderman” karena tangan kanan saya mirip dengan spiderman ketika spiderman mengeluarkan jaringnya.
Kelas 6 SD merupakan saat paling indah, Vera, Nurul, Angitia, dan Galuh adalah teman terdekat saya pada waktu itu. Yang terlihat lebih tomboy mungkin saya dengan angitia Karena kami sering sekali memainkan permainan anak laki-laki seperti bola, memanjat pagar sekolah, bermain sepeda dan lain-lain. Bahkan dulu saya ditunjuk menjadi manager sepakbola kelas kami. Nurul orangnya lebih cuek, dan Vera dia soulmet saya, vera merupakan cewe tereksis diSD saya. Banyak laki-laki yang suka sama dia mungkin karena dia cantik dan modis, hahaha jauh sekali dengan saya sahabatnya :D.
suatu hari saat kami sudah selesai latihan menari, tiba-tiba salah satu teman saya sundari meminta kami semua untuk satu renungan.
“eh, sebelum hari H perpisahan besok kita renungan dulu yuk sekali” bisik sundari.
Kami pun sejutu dengan permintaan sundari. Saya dengan segera menyalakan tape dan memutar lagu dari Tia AFI yang berjudul “adilkah ini”. Sesaat saya merenungkan bagaimana saya bisa membayangkan meninggalkan teman-teman saya yang saya sayangi merekalah yang menerima saya apa adanya dengan segala kekurangan saya, bermain tertawa dan menangis juga. Sesekali air mata saya jatuh dan saya pun menangis. Kami semua menangis dan kami saling berpelukan satu sama lain untuk meminta maaf.
Hari perpisahan sekolah pun datang, pagi itu didepan rumah saya menunggu seseorang, saya menunggu hendri. Dia adalah seseorang yang saya suka sewaktu SD. saya menunggunya didepan rumah saya karena saya ingin melihat wajahnya 1 kali saja dan berharap bisa berbicara dengannya. Jam tangan sudah menunjukan angka jam 8. saya sudah terlambat karena saya harus menari saat perpisahan. Namun memang sialnya saya. Tiba-tiba saat berjalan saya keseleo dan mata kaki saya menimpa batu tajam dan saya pun terjatuh. Tanpa peduli dengan semua itu saya berjalan dengan pincang, demi teman-teman saya yang sama akan menari juga.
Saat sampai sekolah, tak sadar kaki saya sudah membengkak dan rasanya tidak dapat berjalan. Salah satu guru saya pak Yana mencoba memijit kaki saya. Walaupun tidak dapat secara langsung mengobati saya.
Waktunya tampil….
Namun kaki saya masih sakit, guru wali kelas saya berkata “enggak apa-apa kok tasya.. jangan dipaksakan nanti malah tambah sakit kakinya, pulang aja udah itu diobatin”. Teman-teman pun memberi support kepada saya. Dalam keadaan mata bengkak karena menangis mereka ingin berfoto bersama saya. Terharu dan senang itu yang saya rasa, saya jadi mengingat video klip naruto ending one yaitu lagu akeboshi yang berjudul “wind”,
Cultivate your hunger, before you idealize
Motivate your Anger, to make them all realize
Climbing the mountain, never coming down
Break into the contents, never falling down
My knee is still shaking like I was twelve
Sneakin' out the classroom, by the back door
A moral led me twice home
But I didn't care
Waiting is wasting, for people like me
Don't try to live so wise,
Don't cry 'cos your so right
Don't dry with fakes or fears
'Cos you will hate yourself in the end
Don't try to live so wise,
Don't cry 'cos your so right
Don't try with fakes or fears,
'Cos you will hate yourself in the end
You say dreams, sir, dream
I am not played the fool anymore
You say, 'cos I still got my soul
Take your time baby
Your blood needs slowin' down
Breach your soul to reach yourself before you gloom
Reflection of fear make shadows of nothing
Shadows of nothing
You still are blind if you see winding road
'Cos there's always a straight way to the point you see
Don't try to live so wise
Don't cry, 'cos your so right
Don't try with fakes or fears
'Cos you will hate yourself in the end
Don't try to live so wise
Don't cry 'cos your so right
Don't try with fakes or fears
'Cos you will hate yourself in the end
Don't try to live so wise
Don't cry 'cos your so right
Don't try with fakes or fears
'Cos you will hate yourself in the end
'Cos you will hate yourself in the end
'Cos you will hate yourself in the end
'Cos you will hate yourself in the end
saya dulu memang kesepian karena saya memiliki kekurangan. Namun sekarang saya memiliki teman-teman SD saya yang sayang pada saya dan saya pun sayang sama mereka. Thank’s for all my best friend in my life, that’s you guys…. Pasti kita bisa kaya dulu lagi sama waktu kita SD dulu.
Sahabat sekolah dasar <3
Pertamax...kep post keys..
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus